TANGERANG – Belanja makanan beku secara online kini makin mudah, tapi variasi harganya sering membuat bingung. Saat mencari perbandingan harga siomay ikan beku di marketplace, Anda mungkin menemukan rentang harga yang sangat jauh, mulai dari Rp500 perak hingga Rp10.000 per butir.

Mengapa selisihnya bisa begitu jauh? Apakah yang mahal pasti enak? Sebagai konsumen cerdas, Anda perlu memahami struktur harga agar mendapatkan produk yang sepadan (value for money).

Berikut adalah peta harga pasaran siomay ikan beku di toko online Indonesia saat ini:

1. Siomay Ekonomis (Rp500 – Rp1.500/butir)

Biasanya dijual dalam kemasan besar (isi 50-100 butir). Jangan berekspektasi tinggi soal rasa ikan. Komposisinya didominasi tepung kanji dan perasa buatan. Cocok untuk jualan cilok atau siomay keliling harga murah, tapi kurang cocok untuk konsumsi keluarga yang mementingkan gizi.

2. Siomay Premium Menengah (Rp2.500 – Rp4.500/butir)

Ini adalah kategori sweet spot atau harga paling ideal. Di rentang harga ini, seperti produk Siomay Ikan Cang Idi, Anda mendapatkan komposisi ikan tenggiri yang dominan dan rasa yang otentik. Produsen biasanya memangkas biaya di kemasan yang sederhana namun higienis (vakum), sehingga fokus biaya ada di kualitas bahan baku ikannya.

3. Siomay Sultan/Hotel (Di atas Rp7.000/butir)

Biasanya dijual oleh restoran ternama atau merek hotel bintang lima. Rasanya tentu enak, namun Anda juga membayar mahal untuk “nama brand”, biaya sewa tempat di mal, dan kemasan mewah. Untuk konsumsi harian, harga ini mungkin terlalu menguras kantong.

Kesimpulan: Mana yang Harus Dibeli?

Jika tujuan Anda adalah mencari camilan sehat, enak, namun tetap hemat, kategori kedua adalah pilihan terbaik. Siomay Cang Idi menawarkan kualitas rasa yang berani diadu dengan siomay harga “Sultan”, namun dengan banderol harga yang ramah di kantong keluarga Indonesia.

Cek daftar harga grosir terbaru kami di sini:

[MINTA PRICELIST VIA WHATSAPP]